Wednesday, September 9, 2009

Orang Bodoh VS Orang Pintar

Assalammualaikum...

Saya punya sebuah bacaan yang mungkin kata Anda aneh. Emang aneh sih. Bacaan ini saya dapat dari email teman saya. Baca terus ya...

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis.
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,
maka di suruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar
untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,
sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan
panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi
staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar
"meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),
Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha",
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh.

Comments :

3 komentar to “Orang Bodoh VS Orang Pintar”

Miawruu said...
on 
This comment has been removed by the author.
Miawruu said...
on 

Lebih cocoknya itu judulnya orang pinter yang miskin VS orang bodoh yang kaya. Coba orang bodohnya dah bodoh miskin lagi. Mau buka bisnis apa coba kalau ga ada modal :D. Orang pinter juga kalo kaya bakalan buka bisnis sendiri daripada kerja ma orang lain. krn ga ada modal itulah, orang pinter yg miskin terpaksa bekerja dengan orang bodoh tapi kaya :D

Dan juga... tingkat pendidikan ga selama nya standar menilai orang itu bodoh atau pinter. Orang bodoh adalah, udah emenmpuh pendidikan yang tinggi bahkan S3 tapi ga bs mengaplikasikannya . Tapi orang dikatakan pinter justru walau dia cuma bs mencicipi bangku SD tapi dia bisa mengaplikasi segala ilmu yg didapatnya baik dari lembaga formal ataupun non formal(pengalaman) dalam kehidupannya dan bisa ia manfaatkan dg baik. contoh aja Bill Gates, justru dialah orang pinter, bukan orang bodoh. Meski dia tidak lulusan S1, tapi dia bs mengembangkan bakat, pengalaman dan ilmu yg ia dapatkan dalam hidupnya sehingga ia bisa menciptakan microsoft. Dan Pak harto, ia bisa mengembangkan karir politiknya karena KEPINTARANnya dalam menyusun taktik. Orang bodoh ga akan bisa membikin taktik untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan semudah yg dilakukan pak harto.

Sangat picik menilai seseorang pintar atau bodoh hanya dari tingkat pendidikan formalnya

Willyo Alsyah P. Isman said...
on 

sy suka postingan mu ini kawan....bisa jadi referensi....

Post a Comment

 

Copyright © 2009 by Barokah Blog